Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Avatar photo
×

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ahmad Yohan |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com – Hari ini, 23 Agustus 2026, Partai Amanat Nasional (PAN) genap berusia 28 tahun. 28 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan sebuah partai politik.

Ia adalah rentang waktu yang seharusnya menjadi ruang untuk melakukan refleksi: untuk apa politik hadir, kepada siapa kekuasaan diabdikan, dan sejauh mana amanat rakyat benar-benar dijaga.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

HUT ke-28 PAN tahun ini datang dalam suasana yang berbeda. Di tengah ucapan syukur dan perayaan, Flores masih berduka.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.

Sebagian saudara kita masih tinggal di tenda-tenda darurat, kehilangan rumah, harta benda, bahkan orang-orang yang mereka cintai.

Dalam situasi seperti ini, perayaan ulang tahun partai semestinya tidak berhenti pada seremoni. Justru di tengah duka, makna sebuah partai politik diuji.

Politik Tidak Boleh Kehilangan Wajah Kemanusiaan

Politik sering kali dipahami sebagai perebutan kekuasaan, jabatan, suara dan pengaruh. Namun politik yang kehilangan kemanusiaan akan menjadi politik yang kosong.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Rakyat tidak hanya membutuhkan wakil yang pandai berbicara di ruang sidang. Rakyat membutuhkan kehadiran ketika rumah mereka runtuh, ketika keluarga mereka kehilangan orang yang dicintai, ketika anak-anak mereka tidur di tenda darurat, dan ketika hari esok terasa begitu berat untuk dibayangkan.