Masyarakat Flores tidak hanya membutuhkan paket bantuan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk kembali berdiri.
Petani membutuhkan sarana untuk kembali bekerja. Nelayan membutuhkan alat untuk kembali melaut.
Pedagang kecil membutuhkan modal untuk membuka kembali usahanya. Anak-anak membutuhkan sekolah yang aman.
Keluarga korban membutuhkan pendampingan. Dan seluruh masyarakat membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak berjalan sendirian setelah masa tanggap darurat berakhir.
Karena itu, “Gerak Cepat Bantu Rakyat” jangan berhenti sebagai slogan.
Ia harus menjadi etika politik.
Gerak cepat ketika rakyat membutuhkan.
Hadir ketika rakyat berduka.
Mendengar ketika rakyat bersuara.
Bekerja ketika rakyat berharap.
Dan tetap tinggal ketika sorotan kamera sudah tidak ada.
Politik Harus Memiliki Hati
Ada satu pelajaran sederhana dari bencana: ketika gempa datang, ia tidak pernah bertanya siapa memilih siapa.
Gempa tidak mengenal warna partai.
Tidak mengenal jabatan.
Tidak mengenal status sosial.
Tidak mengenal perbedaan politik.
Karena itu, penderitaan seharusnya menyatukan kita.
Kita boleh berbeda pilihan dalam demokrasi. Kita boleh berbeda pandangan tentang kebijakan. Kita boleh berdebat keras di ruang politik.










