Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Avatar photo
×

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ahmad Yohan |  Editor: Redaksi

Tetapi ketika sesama manusia sedang menderita, perbedaan itu harus berhenti di depan pintu kemanusiaan.

Sebab politik tanpa kemanusiaan hanya melahirkan kekuasaan.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Tetapi politik yang memiliki hati dapat melahirkan pengabdian.

28 Tahun: Dari Amanat Menjadi Pengabdian

28 tahun PAN seharusnya tidak hanya dirayakan dengan panggung, baliho, ucapan dan seremoni.

Di tengah duka Flores, ulang tahun ini justru menemukan maknanya yang lebih dalam.

Amanat bukan sekadar kata. Amanat adalah tanggung jawab.

Amanat rakyat berarti hadir ketika rakyat membutuhkan.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Amanat kekuasaan berarti tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir.

Amanat politik berarti menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

Dan amanat kemanusiaan berarti tidak membiarkan penderitaan orang lain menjadi urusan orang lain.

Karena itu, usia 28 tahun harus menjadi titik untuk memperkuat kembali politik yang berakar pada rakyat.

Bukan politik yang hanya datang saat pemilu.

Bukan politik yang hanya hadir ketika kamera menyala.

Tetapi politik yang tetap bekerja ketika rakyat sedang menangis.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Flores, Kami Tidak Boleh Lupa

Untuk saudara-saudara kita di Flores, pesan terbesar dari HUT PAN ke-28 bukanlah kemeriahan.

Pesannya adalah solidaritas

Di tengah duka, masih ada tangan yang terulur. Di tengah kehilangan, masih ada persaudaraan. Di tengah kehancuran, masih ada harapan.