Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Avatar photo
×

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ahmad Yohan |  Editor: Redaksi

Di situlah politik menemukan maknanya.

PAN lahir dari semangat reformasi. Maka, 28 tahun kemudian, kita perlu kembali bertanya: untuk apa kekuasaan diberikan kepada kita?

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Bukan hanya berapa banyak kursi yang kita miliki.

Bukan hanya seberapa besar pengaruh politik yang kita bangun.

Tetapi seberapa besar manfaat yang dapat kita hadirkan bagi rakyat.

Sebab kekuasaan tanpa kepedulian hanya akan melahirkan jarak. Sebaliknya, kekuasaan yang dipandu oleh kemanusiaan akan melahirkan pengabdian.

Flores Mengajarkan Arti Sebuah Amanat

Gempa Flores menjadi cermin yang keras bagi kita semua.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Alam mengguncang tanah, tetapi tragedi tidak boleh mengguncang solidaritas kita. Ketika bangunan roboh, jangan sampai rasa persaudaraan ikut runtuh.

Ketika warga kehilangan tempat tinggal, negara dan seluruh elemen masyarakat harus hadir memberikan rasa aman.

Ketika masyarakat kehilangan keluarga, kita tidak cukup hanya mengirimkan ucapan belasungkawa. Kita harus hadir dengan tindakan.

Bagi saya, duka Flores bukan sekadar berita bencana. Duka Flores adalah panggilan kemanusiaan.

Panggilan untuk bergerak. Panggilan untuk peduli. Panggilan untuk meninggalkan sejenak sekat-sekat kepentingan dan berdiri bersama mereka yang sedang menderita.