Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Avatar photo
×

Opini : 28 Tahun PAN: Merayakan Amanat di Tengah Duka Flores

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ahmad Yohan |  Editor: Redaksi

Karena pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan janji ketika mereka sedang kehilangan. Mereka membutuhkan kehadiran.

HUT PAN Harus Menjadi Momentum Evaluasi HUT ke-28 PAN harus menjadi momentum untuk bertanya lebih dalam:

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Apakah politik kita sudah cukup dekat dengan rakyat?

Apakah jabatan sudah benar-benar kita pahami sebagai amanat?

Apakah suara rakyat hanya kita cari ketika pemilu, atau kita perjuangkan setiap hari?

Demokrasi bukan hanya tentang datang ke TPS setiap lima tahun.

Demokrasi adalah tentang bagaimana suara rakyat diterjemahkan menjadi kebijakan, bagaimana penderitaan masyarakat diperjuangkan menjadi solusi, dan bagaimana kekuasaan digunakan untuk menghadirkan keadilan.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Dalam konteks Flores, amanat itu menjadi sangat nyata.

Rakyat membutuhkan pangan, air bersih, obat-obatan, tempat tinggal, layanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak, pemulihan ekonomi, dan kepastian masa depan.

Bantuan hari ini penting.Tetapi pemulihan jangka panjang jauh lebih penting.

Jangan sampai setelah kamera pergi, perhatian ikut pergi.

Jangan sampai setelah berita bencana menghilang dari halaman utama, penderitaan masyarakat juga dilupakan.

Dari Bantuan Menuju Pemulihan

Gerak cepat membantu rakyat adalah langkah awal. Tetapi politik kemanusiaan harus bergerak lebih jauh: dari bantuan menuju pemulihan.