ENDE | BuletinNTT.com — Pemerintah Kabupaten Ende meniadakan seluruh rangkaian upacara dan kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk respons terhadap kondisi darurat pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026).
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menegaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana dan membutuhkan penanganan segera.
Bupati menyampaikan, setelah berkoordinasi dengan Kapolres Ende dan seluruh pihak terkait, seluruh agenda peringatan 17 Agustus di Kabupaten Ende ditiadakan.
“Dengan Kapolres dan seluruh jadwal yang sudah disiapkan, seluruh acara HUT 17 Agustus beserta seluruh rangkaian acaranya kita tiadakan. Ini pertimbangan darurat. Fokus urus bencana dulu,” tegas Yosef.
Keputusan tersebut menunjukkan pemerintah daerah memilih mengutamakan keselamatan masyarakat dan penanganan korban dibandingkan kegiatan seremonial peringatan kemerdekaan.
53 Orang Meninggal, 3.839 Mengungsi
Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan dampak serius di sejumlah kabupaten.
Hingga Minggu (16/8/2026), sebanyak 53 orang dilaporkan meninggal dunia, 110 orang luka-luka, dan 3.839 jiwa mengungsi. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan dapat berubah sesuai hasil pendataan di lapangan.










