Scroll untuk baca artikel
Daerah

Gempa Flores: 53 Orang Meninggal, 3.839 Jiwa Mengungsi, Pemerintah Perkuat Penanganan

Avatar photo
×

Gempa Flores: 53 Orang Meninggal, 3.839 Jiwa Mengungsi, Pemerintah Perkuat Penanganan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

LABUAN BAJO | BuletinNTT.com — Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan pemerintah kabupaten se-daratan Flores memperkuat penanganan pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).

Hingga Minggu (16/8/2026), 53 orang dilaporkan meninggal dunia, 110 orang luka-luka, dan 3.839 jiwa mengungsi. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan dapat berubah sesuai hasil pendataan di lapangan.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan wilayah Flores bagian utara menjadi salah satu kawasan yang terdampak serius. Kondisi masyarakat masih diliputi ketakutan akibat gempa susulan.

Baca Juga :  Ombudsman NTT Nilai Tujuh Instansi di Sikka, Wabup Simon Subandi Sambut Positif

“Masih banyak warga yang ketakutan dan memilih untuk tidur di luar rumah, antisipasi gempa susulan yang terus terjadi,” kata Gubernur Melki dalam rapat koordinasi penanganan gempa di Labuan Bajo, Minggu (16/8/2026).

Dalam rapat yang digelar BNPB tersebut hadir Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, serta Forkopimda NTT.

Gubernur Melki meminta pemerintah pusat mempercepat pemulihan listrik, jaringan telekomunikasi, BBM, logistik, dan kebutuhan dasar masyarakat.

Gangguan listrik dan komunikasi menjadi salah satu kendala serius di daerah terdampak. Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada menyebut pasokan listrik sempat lumpuh total sehingga komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terganggu. Jaringan telekomunikasi baru kembali sekitar pukul 18.00 WITA.