Gol tersebut membuat pertandingan semakin panas. SDI Naimata B mencoba membalas dengan permainan cepat melalui sisi sayap.
Beberapa kali serangan berbahaya dilancarkan, namun lini pertahanan SDK St. Arnoldus A tampil disiplin dan sulit ditembus.
Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat drastis. SDI Naimata B bermain lebih menyerang demi mengejar ketertinggalan. Duel antar pemain pun semakin keras.
Sorakan penonton dari kedua kubu terus menggema di sekitar lapangan, menciptakan suasana pertandingan layaknya final.
Di tengah tekanan besar dari lawan, SDK St. Arnoldus A tetap tenang dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi itu akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir pertandingan.
Sanky, pemain bernomor punggung 7, menjadi mimpi buruk bagi SDI Naimata B setelah berhasil mencetak gol kedua lewat skema serangan balik cepat. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan SDK St. Arnoldus A menjadi 2-0.

Ketegangan pertandingan semakin terasa ketika wasit mengeluarkan kartu kuning kepada pemain nomor punggung 9 dari SDI Naimata B akibat pelanggaran keras saat mencoba menghentikan serangan lawan.












