Kristoforus juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk memberikan dukungan dan doa demi kemajuan bola tangan di daerah ini.
Sementara itu, Wakil Ketua III ABTI-NTT, Yusuf Eduar Penu Woe, menegaskan pihaknya akan fokus pada seleksi dan pemusatan latihan (Training Center/TC) atlet secara terstruktur dan ilmiah.
“Kami mendukung penuh arahan Ketua Umum. Fokus kami adalah melakukan seleksi dan pelatihan secara serius. Walaupun ini olahraga baru di NTT, dengan kerja keras dan metode latihan yang tepat, kami optimistis bisa bersaing,” kata Yusuf.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pengurus akan membentuk tim untuk menyusun program kerja dan skema pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.

ABTI-NTT optimistis, dengan soliditas pengurus dan dukungan masyarakat, bola tangan akan berkembang pesat dan menjadi cabang olahraga unggulan baru yang mampu mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional.












