Scroll untuk baca artikel
Politik

Hugo Rehi Kalembu | Polemik Sekda Kabupaten Ngada, Jangan Pakai Logika Kalah-Menang

Avatar photo
×

Hugo Rehi Kalembu | Polemik Sekda Kabupaten Ngada, Jangan Pakai Logika Kalah-Menang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

“Urusan angkat-mengangkat Sekda atau Plt Sekda adalah hal biasa yang sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun,” katanya.

Hugo Rehi Kalembu | Mantan Anggota DPRD NTT

Namun polemik yang muncul dalam kasus Sekda Ngada saat ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan para pejabat birokrasi membaca karakter dan gaya kepemimpinan kepala daerah masing-masing.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

“Apakah mereka gagal membaca dan menerjemahkan karakter kepemimpinan kepala daerahnya? Tak seorang pun tahu kecuali mereka sendiri,” ujarnya.

Analisis Hukum Dinilai Memperuncing Polarisasi

Dalam perkembangan polemik tersebut, berbagai analisis yuridis juga bermunculan dari sejumlah kalangan, baik dari akademisi, praktisi hukum, maupun pengamat pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Wartawan Kompas.com Asal NTT Giran Bere Raih Juara II Lomba Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026

Hugo menilai analisis tersebut pada dasarnya penting sebagai upaya memberikan pencerahan bagi pemerintah daerah dan masyarakat luas mengenai aspek legalitas keputusan yang diambil oleh masing-masing pihak.

Namun dalam praktiknya, perdebatan hukum itu justru berkembang menjadi dua kubu yang saling berseberangan.

Sebagian pihak memberikan dukungan terhadap langkah Gubernur, sementara pihak lain menyatakan dukungan kepada Bupati.