2.Pajak Alat Berat
3.Pajak Kendaraan Bermotor
4.Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB)
Salah satu fokus penting adalah pajak kendaraan bermotor, yang saat ini menyumbang bagian terbesar dari PAD NTT.
Namun, menurut Fraksi PKB, pendekatan pemerintah perlu disesuaikan agar menyentuh kelompok masyarakat kelas menengah ke atas—pemilik kendaraan terbanyak di NTT.
“Data menunjukkan bahwa kelas menengah menyumbang 66% populasi dan 86% PDRB kita. Tapi sayangnya, mereka sering tidak tersentuh oleh program-program APBD. Ini jadi PR kita semua,” jelasnya.
Pajak Bahan Bakar Perlu Tinjauan Ulang
Cely Nganggus juga menyoroti anomali data dalam pertumbuhan kendaraan di NTT. Meskipun jumlah kendaraan meningkat drastis hingga lebih dari 1 juta unit, namun pendapatan dari pajak bahan bakar kendaraan justru stagnan.
“Ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah perlu berkoordinasi lebih erat dengan Kementerian Keuangan agar pertumbuhan jumlah kendaraan bisa diiringi dengan peningkatan pajak bahan bakarnya.
Karena logikanya, makin banyak kendaraan, makin besar konsumsi BBM, dan makin tinggi pajaknya.”
Ajakan untuk Bersatu Capai Target
Fraksi PKB menegaskan bahwa upaya meningkatkan PAD bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama semua pihak—termasuk legislatif, swasta, dan masyarakat.












