Ia menambahkan, penilaian lapangan dilakukan untuk memastikan berbagai komponen pendukung pendidikan spesialis benar-benar siap dijalankan.
“Harapannya, dari visitasi ini kita bisa melihat secara langsung hal-hal yang mendukung sehingga dalam waktu dekat program pendidikan spesialis tersebut bisa berdiri di Undana,” ujarnya.
Namun demikian, Prof. Sandra menegaskan bahwa hasil visitasi belum dapat disimpulkan karena masih dalam proses penilaian. Beberapa catatan akan disampaikan kepada pimpinan universitas dan fakultas untuk dilengkapi.
“Terutama terkait pemenuhan sumber daya manusia, yakni dosen atau dokter spesialis yang akan menjadi dosen tetap sesuai bidang ilmunya,” jelasnya.
Senada dengan itu, Dr. dr. Reza Widianto Sujudi, Sp.An-TI., Subsp.TI (K), M.Kes, yang juga menjadi bagian dari tim evaluator, menyampaikan bahwa pada tahap ini terdapat dua program studi yang sedang dinilai.
“Pertama Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, dan kedua Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Perhatian utama saat ini memang pada aspek SDM, karena program spesialis harus ditopang oleh dosen tetap sesuai bidangnya,” kata dr. Reza.













