
Veronika menjelaskan bahwa siswa kelas XII saat ini berada pada masa yang cukup penting dalam kehidupan mereka karena harus mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir, seleksi masuk perguruan tinggi, serta menentukan arah masa depan.
Karena itu menurutnya, kondisi mental yang sehat menjadi faktor penting agar siswa mampu menghadapi berbagai tekanan tersebut dengan baik.
“Anak-anak kelas XII berada pada fase yang sangat menentukan. Mereka menghadapi berbagai tantangan, baik dalam pendidikan maupun dalam menentukan masa depan mereka. Karena itu kesehatan mental mereka perlu mendapat perhatian,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan skrining kesehatan jiwa seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai sekolah di NTT, sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia sekolah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan generasi muda NTT tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan mental,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes, melalui Kabid Kesmas Damiana Djahari, SKM., M.Kes mengatakan Skrining telah Dilakukan di SDI Oesapa Kecil 1 Kupang dan SMAN 5 Kupang.












