“Kami target PAD satu tahun Rp1 juta. Sederhana, tetapi kami tidak perlu mengambil dari keuangan lain untuk menutupnya,” ujarnya.
Ia menegaskan sekolah perlu memiliki produk sendiri agar peningkatan PAD tidak bergantung pada pos anggaran lainnya.
Menurutnya, program tersebut juga memiliki nilai pendidikan karena dapat memperkenalkan keterampilan pertanian dan kewirausahaan kepada siswa.
“Ini juga mengajarkan anak. Kalau nanti tidak melanjutkan kuliah, mereka bisa berwirausaha,” kata Frida.
Ia menambahkan, siswa SMA Negeri 3 Atambua memiliki keterampilan praktik yang cukup baik dalam kegiatan pertanian.
Menurut Frida, para siswa tidak keberatan melakukan pekerjaan seperti menggali lubang dan menanam berbagai jenis tanaman.
“Anak-anak di sini rata-rata bagus untuk pekerjaan seperti menggali lubang dan menanam. Mereka luar biasa,” ujarnya.
Selain budidaya anggur, SMA Negeri 3 Atambua juga mendapat dukungan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.
Frida menjelaskan, pada 2025 sekolah menerima program revitalisasi berupa pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas pendidikan.
Fasilitas tersebut antara lain ruang UKS, laboratorium komputer, ruang pendukung, serta toilet sekolah.
Program rehabilitasi juga mencakup sejumlah ruangan yang membutuhkan perbaikan.












