Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

OSOP Bangun Karakter, Mental Tangguh dan Jiwa Kreatif Siswa, Bukan Sekadar Soal Produk

Avatar photo
×

OSOP Bangun Karakter, Mental Tangguh dan Jiwa Kreatif Siswa, Bukan Sekadar Soal Produk

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

OSOP, menurutnya, lebih menekankan pada pembentukan metodologi berpikir dan pengalaman praktis siswa.

“Yang dibangun adalah pola pikir. Dari ide, perencanaan, produksi, sampai bagaimana menghasilkan nilai dari karya itu. Itu siklus pembelajaran yang jarang dilatih dalam sekolah formal,” katanya.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Alternatif Keterampilan Hidup

Rofinus menilai, OSOP menjadi sangat relevan karena tidak semua lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Melalui OSOP, siswa memiliki alternatif keterampilan hidup. Mereka memahami bahwa kreativitas dan ketekunan bisa menghasilkan nilai.

Baca Juga :  Polikarpus Do: NTT Peringkat Satu Minat Baca Nasional | Bukti Gerakan Literasi dari Timur Melesat

“Minimal mereka punya pengalaman nyata menghasilkan sesuatu. Mereka tahu prosesnya. Itu akan menjadi bekal hidup,” jelasnya.

Produk Tidak Harus Barang Fisik

Lebih lanjut, Rofinus menegaskan bahwa OSOP tidak terbatas pada produk fisik.
Karya tulis, puisi yang dibukukan, berita yang dipublikasikan, konten digital, hingga jasa desain grafis bagi siswa SMK juga termasuk dalam kategori produk OSOP.

“Literasi itu bagian dari OSOP. Anak menulis puisi lalu dibukukan dan dijual, itu OSOP. Anak menulis berita yang punya nilai dan dipublikasikan, itu juga OSOP. Jasa desain pun termasuk,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukungan Menguat dengan Skema Baru | Jembatan Pancasila Palmerah Segera Dikerjakan

Menurutnya, OSOP justru memperluas makna literasi menjadi praktik nyata yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.