Hasilnya, program ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Terjadi peningkatan literasi gizi masyarakat, partisipasi Posyandu yang lebih aktif, berkembangnya usaha ekonomi produktif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pengasuhan anak.
Selain itu, program ini juga menghasilkan data baseline desa yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan berbasis bukti.
Memasuki tahun 2026, LLDIKTI Wilayah XV memperluas cakupan program melalui KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 dengan tema baru, yakni “Gerakan NTT yang Sehat, Kuat, dan Inklusif”.

Tema ini mencerminkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada penanganan masalah dasar, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Program tahun 2026 direncanakan melibatkan sekitar 2.000 hingga 3.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar NTT, dengan jangkauan 100 hingga 200 desa prioritas. Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026.
Kegiatan akan difokuskan pada lima klaster utama, yakni edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga dan UMKM desa, peningkatan sanitasi dan akses air bersih, literasi dan pendidikan keluarga, serta penguatan kelembagaan masyarakat dan inovasi lokal.












