KUPANG | BuletinNTT.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional kini mulai dirasakan hingga ke tingkat daerah.
Penyesuaian belanja negara berdampak langsung pada penurunan transfer keuangan dari pemerintah pusat, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola fiskal.
Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Manggarai Timur, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat struktur keuangan daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan anggaran yang lebih efektif.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus dipahami sebagai langkah strategis, bukan sekadar penghematan.
“Efisiensi itu bukan berarti mengurangi secara sembarangan, tetapi mengatur pembelanjaan agar fokus pada program pokok yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Menurut Agas, efisiensi dilakukan dengan menekan pengeluaran yang kurang produktif, seperti biaya rapat yang berlebihan dan perjalanan dinas yang tidak berdampak langsung pada pelayanan publik.
Ia mengungkapkan bahwa dampak kebijakan nasional tersebut menyebabkan penurunan transfer ke daerah sekitar Rp150 miliar di Manggarai Timur.












