Rudi menyoroti pentingnya membangun fondasi ekonomi yang kuat sebagai syarat utama percepatan pembangunan daerah.
Ia mencontohkan program one village one product (OVOP) sebagai salah satu upaya strategis dalam membangun basis finansial daerah.
“Pembangunan itu membutuhkan biaya. Kalau hanya berharap pada transfer pusat, kita tidak akan mampu memulihkan kapasitas fiskal daerah”.
“Karena itu dibangun ekosistem ekonomi, seperti OVOP, ekonomi biru, dan ekonomi berbasis masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar pendekatan pembangunan tidak disederhanakan dengan pola lama seperti sekadar memindahkan barang dari desa ke kota.
“Kalau kita masih berpikir seperti ‘papalele’, ambil dari desa lalu jual di kota, maka petani dan nelayan akan sulit berkembang. Yang dibangun sekarang adalah ekosistem, bukan sekadar distribusi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudi menekankan bahwa penguatan birokrasi menjadi kunci agar seluruh program dan janji pembangunan dapat dieksekusi secara nyata.
“Birokrasi adalah eksekutor utama. Karena itu reformasi birokrasi menjadi prioritas, agar semua asa dan harapan bisa diwujudkan,” katanya.
Selain itu, buku ini juga menyoroti sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran, tidak hanya bertumpu pada sekolah formal.












