1. Literasi keluarga,
2. Literasi sekolah, dan
3. Literasi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ketiganya harus menjadi ruang tumbuhnya budaya literasi yang berkelanjutan, mulai dari rumah, ruang pendidikan formal, hingga lingkungan sosial yang lebih luas.
Peran Strategis Ibu dalam Literasi
Polikarpus Do juga menekankan bahwa literasi harus berangkat dari sosok seorang ibu, karena ibu adalah pendidik pertama dalam kehidupan setiap anak.

“Ibu adalah rumah pertama bagi anak-anak. Karena itu, hadirnya Bunda Literasi sangat bermanfaat bagi percepatan kemajuan literasi di Provinsi NTT,” ungkapnya.
Dukungan Penuh Forum Gerakan Literasi dan TBM NTT
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen gerakan literasi di NTT siap berkolaborasi dan bersinergi bersama Bunda Asty Laka Lena.
Forum Gerakan Literasi NTT serta Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di 22 kabupaten/kota menyatakan kesiapan mendukung berbagai program literasi.
“Kami siap berkolaborasi untuk memajukan literasi dan menjadikan NTT sebagai provinsi literasi serta membangun masyarakat yang literat,” ujarnya.
Seruan Menuju Generasi Emas 2045
Menutup pernyataannya, Polikarpus Do kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya literasi dan menguatkan komitmen menuju Indonesia Emas 2045.












