KUPANG | BuletinNTT.com – “Setiap langkah kecil yang penuh keraguan bisa membuka jalan yang tak pernah kita bayangkan.” Kata-kata itu tepat menggambarkan perjalanan hidup Umi Kalsum.
Anak Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, yang hampir putus asa ketika harus berhenti di tengah jalan pendidikannya.
Bagi Umi, putus sekolah bukanlah pilihan mudah. Ia sempat merasa bingung, malu, dan kehilangan arah.
Harapannya terhadap pendidikan yang seharusnya menjadi jembatan masa depan seakan runtuh di hadapan mata.
“Saya merasa dunia saya berhenti sejenak. Hampir saja saya menyerah,” kenangnya.
Hingga suatu hari, sebuah nama muncul di linimasa Facebook: PKBM Bintang Flobamora di Kota Kupang.
Tempat itu menjadi titik balik yang mengubah hidupnya. Dengan hati yang berdebar, Umi menghubungi pihak sekolah dan meminta izin pada orang tuanya. Restu datang, dan pintu harapan itu terbuka.
Di PKBM Bintang Flobamora, Umi tidak hanya menemukan pendidikan, tapi juga keluarga baru.
Guru-guru menyambutnya dengan hangat, penuh pengertian, tanpa menilai masa lalunya.
Ia belajar dengan caranya sendiri, memanfaatkan fasilitas yang tersedia: komputer, perpustakaan dengan berbagai bacaan, mesin jahit, dan alat musik.
Lingkungan belajar yang suportif ini menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya.












