“Kita ingin memastikan anak-anak hingga remaja memiliki akses terhadap buku yang layak dan menarik,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini ratusan ribu buku telah berhasil dikumpulkan dan mulai didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk kawasan yang selama ini sulit dijangkau.
Menurutnya, gerakan ini tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga mulai memberi dampak terhadap peningkatan minat baca masyarakat.
“Gerakan Sejuta Buku untuk Anak NTT Cerdas sudah mulai berdampak. Kita melihat adanya peningkatan minat baca dan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan literasi,” jelasnya.

Polikarpus juga menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mendukung keberlanjutan gerakan tersebut.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Mewujudkan generasi emas membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta,” tegasnya.
Gerakan ini diharapkan terus berkembang dan menjadi fondasi dalam membangun generasi NTT yang cerdas, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.












