Seluruh pihak didorong untuk memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, adil, serta memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak.
Pada kesempatan yang sama, BPMP NTT juga mengajak seluruh peserta untuk mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) guna mewujudkan layanan pendidikan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, menekankan pentingnya pengawasan bersama agar tidak ada lagi praktik-praktik yang mencederai dunia pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.

Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua guna membangun budaya belajar yang lebih baik. Menurutnya, keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan SPMB yang berintegritas sebagai bentuk keseriusan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adil, transparan, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat NTT.












