“Karena itu kegiatan ini bukan sekadar forum pertemuan, tetapi ruang belajar bersama dan ruang membangun kemitraan yang lebih terarah untuk menjawab kebutuhan nyata pendidikan di NTT,” ujar Irfan.

Menurutnya, NTT memiliki banyak praktik baik dan berbagai inovasi pendidikan yang telah berjalan di daerah. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang memerlukan sinergi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan tersebut, BPMP NTT berharap dapat membangun kesepahaman mengenai program prioritas pembangunan pendidikan, mengidentifikasi berbagai praktik baik yang dapat direplikasi, serta menyusun rencana kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah daerah dan para mitra pendidikan.
“Kemitraan yang dibangun tidak boleh berhenti pada diskusi, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi murid dan satuan pendidikan,” tegasnya.
Selain memperkuat kemitraan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).












