KUPANG | BuletinNTT.com – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Neil Rondo, menyoroti kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dinilai tidak profesional setelah 33 sekolah di daratan Timor gagal melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) akibat padamnya listrik.
Kejadian itu terjadi saat pelaksanaan tes daring bagi siswa SMA dan SMK, Senin (03/11/2025). Akibat pemadaman listrik, sistem ujian tidak dapat diakses dan ratusan siswa tidak dapat mengikuti tes sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami sangat kecewa. Bayangkan, 33 sekolah tidak bisa ujian hanya karena listrik padam. PLN harus bertanggung jawab karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegas Winston Rondo dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, di ruang Komisi V DPRD NTT, Selasa (4/11/2025).
PLN Harus Peka terhadap Kepentingan Publik
Winston menilai kejadian tersebut merupakan bukti bahwa PLN belum peka terhadap pelayanan publik, khususnya sektor pendidikan.

Menurutnya, gangguan listrik berulang telah menghambat kegiatan belajar mengajar, terutama di era digital yang mengandalkan jaringan internet dan perangkat komputer.












