Di video yang beredar, Ame Bupati tampak sangat piawai berbicara soal hukum. Itu baik. Pemimpin memang harus memahami aturan.
Tetapi rakyat kecil juga ingin melihat sisi lain yaitu hati seorang bapak. Karena hukum tanpa belas kasih akan terasa seperti palu. Dan rakyat tidak selalu membutuhkan palu. Kadang mereka hanya membutuhkan bahu tempat bersandar.
Ende sering disebut Kota Pancasila. Maka biarlah sila kemanusiaan itu tidak tinggal sebagai tulisan di dinding kantor pemerintahan, tetapi hidup dalam cara negara memperlakukan rakyat kecil.
Dan kepada semua pihak, aktivis, pemerintah, warga, mungkin kita perlu percaya bahwa tidak semua pertarungan harus dimenangkan dengan saling mengalahkan. Ada kemenangan yang lahir ketika manusia masih mampu saling memeluk setelah konflik selesai.
_”Molo si Ine. Tau si Ame Bupati.”_ Sudahlah Mama. Lanjutkan Ame Bupati. Tetapi lanjutkan dengan hati.










