Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Dunia Hukum Bertemu Dunia Air Mata – “Molo si Ine, Tau si Ame Bupati”

Avatar photo
×

Opini : Dunia Hukum Bertemu Dunia Air Mata – “Molo si Ine, Tau si Ame Bupati”

Sebarkan artikel ini
Reporter: Agung |  Editor: Redaksi
Foto | Ilustrasi

Kalau lurah sudah berdialog. Kalau camat sudah mencoba menjelaskan dan menemui jalan buntu, mungkin solusinya memang bukan sekadar memasang plang.

Mungkin sudah waktunya Ame Bupati turun sendiri. Datang tanpa jarak. Duduk bersama rakyat kecil. Mendengar, bukan hanya menjelaskan.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Joko Widodo dahulu sering menunjukkan bahwa penertiban bisa dilakukan dengan pendekatan yang lembut. Ia datang, berbicara langsung, membangun rasa percaya sebelum menggusur atau merelokasi. Karena rakyat kecil kadang tidak sedang melawan hukum, mereka hanya takut kehilangan hidup.

Baca Juga :  Agus Nahak Perjuangkan Listrik Desa, 803 KK di 19 Desa Malaka Masuk Proses Validasi BPBL

Hannah Arendt pernah mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa kemanusiaan akan berubah menjadi sesuatu yang dingin dan menakutkan. Sementara Confucius berkata, “Memimpin dengan kebajikan akan membuat rakyat mengikuti dengan hati.”

Ame Bupati, masyarakat mendukung penertiban aset bila itu demi kebaikan daerah. Kami menanti Ende yang lebih tertata. Kami menanti PAD meningkat. Kami menanti janji-janji kampanye tentang kemajuan dan kesejahteraan benar-benar terasa.

Tetapi ingatlah satu hal sederhana, kalau belum mampu membuat rakyat kecil sejahtera, jangan membuat mereka menangis terlalu lama.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan
Foto | Ilustrasi