Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini | Bank NTT dan Godaan Kekuasaan: KUR untuk Rakyat, Bukan untuk Partai

Avatar photo
×

Opini | Bank NTT dan Godaan Kekuasaan: KUR untuk Rakyat, Bukan untuk Partai

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Yohanes Rumat | Anggota Komisi III DPRD NTT Fraksi PKB

Karena itu kita tidak boleh langsung mengatakan telah terjadi pelanggaran. Memo yang ada belum membuktikan adanya aliran dana kepada Partai Golkar.

Tetapi justru karena belum jelas, Bank NTT wajib memberikan penjelasan.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Siapa yang meminta? Siapa yang menyetujui? Apa yang diberikan? Dari anggaran mana? Dan apa dasar kebijakannya?

KUR jangan berubah menjadi akses politik

Ada satu garis merah yang tidak boleh dilewati. Sosialisasi KUR boleh dilakukan di kantor partai. Tetapi keputusan kredit tidak boleh dilakukan berdasarkan afiliasi partai.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Kader Golkar yang memenuhi syarat tentu berhak mendapatkan KUR. Tetapi masyarakat yang bukan kader Golkar dan memenuhi syarat harus mendapatkan kesempatan yang sama.

Bank tidak boleh mengenal: kader dan bukan kader. Bank harus mengenal: memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat.

Kalau proses kredit tetap berdasarkan prinsip kehati-hatian, analisis kelayakan dan prosedur perbankan, maka tidak ada persoalan.

Tetapi kalau hubungan politik mulai menentukan siapa yang mendapat akses, prioritas atau perlakuan khusus, maka masalahnya sudah jauh lebih serius.

Baca Juga :  Pernyataan PLT WGM Versi RALB “Bakar Saja Kantornya!” Picu Amarah Anggota, Pelayanan Kopdit Swasti Sari Kembali Lumpuh

OJK perlu melihat ini sebagai persoalan tata kelola

OJK tidak harus menunggu sebuah bank mengalami kerugian besar untuk memperhatikan governance.