Romo Yonas Kamlasi, Pr., menyatakan bahwa anak yang kenyang dan bergizi cenderung lebih fokus dan antusias saat mengikuti pelajaran. Kebiasaan ini telah memberi dampak positif terhadap semangat belajar siswa.
“Kami lihat perubahan semangat belajar anak-anak setelah dibiasakan makan bekal dengan teratur. Ini nyata terlihat di kelas-kelas,” ujarnya.
Meskipun SMPK Adisucipto belum menerima layanan dari program MBG, budaya membawa bekal tetap dipertahankan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter.
“Jika suatu saat kami dilayani oleh program MBG, tentu akan kami sesuaikan” Tambah Romo Yonas.
Tapi untuk sekarang, budaya ini masih sangat kami andalkan untuk membentuk disiplin, kebersamaan, dan hidup sehat anak-anak kami.
Dengan pendekatan sederhana namun bermakna ini, SMPK Adisucipto Kupang menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan anak dapat dibentuk dari hal kecil – seperti makan bersama dengan bekal dari rumah.











