KUPANG, BuletinNTT.com – Di tengah keterbatasan akses program Makan Bergizi Gratis (MBG), SMPK Adisucipto Penfui Kota Kupang mengambil langkah kreatif dengan menerapkan budaya makan bekal bersama di kelas.
Dipimpin oleh Romo Yonas Kamlasi, Pr., sekolah ini berkomitmen membangun karakter dan pola hidup sehat bagi siswa sejak dini.
Setiap pagi, para guru dengan teliti memeriksa bekal yang dibawa siswa dari rumah. Saat jam istirahat tiba, ruang kelas berubah menjadi tempat penuh kehangatan.
Anak-anak duduk melingkar, membuka bekal masing-masing, dan menikmati makanan bersama teman-teman mereka.
“Kita ingin tanamkan nilai kebersamaan, makan bersama, mereka bukan hanya mengisi perut, tapi juga merajut hubungan sosial dan kepedulian,” ujar Romo Yonas.
Namun kegiatan ini tidak berhenti di jam istirahat. Di siang hari, menjelang kepulangan, guru dan pengurus Osis kembali memeriksa sisa bekal siswa.
Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya membawa, tetapi juga benar-benar mengonsumsi makanan bergizi yang dibawa dari rumah.
“Banyak anak yang membawa bekal, tapi tidak dimakan. Ada juga yang lebih suka jajan. Ini jadi perhatian kita karena anak yang tidak makan dengan baik bisa kehilangan konsentrasi saat belajar,” tambahnya.











