KUPANG | BuletinNTT.com – TP PKK Provinsi NTT bersama UNICEF menggelar workshop pembelajaran PAUD Peduli Wasting sebagai upaya memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mencegah wasting atau gizi buruk pada balita di NTT.
Perwakilan Pokja II TP PKK NTT, Polikarpus Do, mengatakan workshop ini menjadi ruang untuk berbagi informasi mengenai situasi, tantangan, dan praktik baik layanan PAUD Holistik Integratif (HI), terutama layanan gizi.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberi gambaran kepada para pihak tentang kondisi dan tantangan layanan PAUD HI, termasuk deteksi dini wasting,” ujarnya.
NTT Catat Prevalensi Wasting Tertinggi
Data SSGI 2024 menunjukkan prevalensi wasting balita di NTT mencapai 15,9 persen, tertinggi di Indonesia.
Karena itu, sejak 2022 pemerintah provinsi bersama UNICEF dan Kemenkes menjalankan program percontohan PAUD Peduli Wasting, yang kini terus diperluas ke lebih banyak kabupaten/kota.
Pendekatan ini menguatkan kapasitas guru PAUD dalam melakukan deteksi dini dan rujukan anak berisiko wasting agar mendapat penanganan tepat.
Penguatan Kapasitas Guru PAUD
Pada Oktober lalu, PKK NTT dan UNICEF melatih 200 guru PAUD dalam deteksi dini wasting dan membagikan pita LiLA ke 5.000 satuan PAUD di 22 kabupaten/kota untuk mengukur risiko wasting pada balita.
Praktik Baik dan Komitmen Bersama
Dalam workshop, peserta juga belajar tentang pencegahan wasting melalui kebun sekolah serta mendengar praktik baik dari Kota Kupang yang menjadi contoh bagi perluasan program.












