
Ia juga mengajak para kader untuk terus menjaga semangat pengabdian, konsistensi pelayanan, serta berperan sebagai agen peningkatan kesehatan di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dina S. Ludji, menyoroti tantangan layanan kesehatan ibu dan anak yang masih dihadapi di Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kader menjadi kunci keberhasilan Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu dan balita. Pembekalan yang tepat akan berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi diskusi dan kuis interaktif. Para kader aktif berbagi pengalaman lapangan yang kemudian dibahas bersama narasumber.
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi riil Posyandu di Kelurahan Penfui.












