Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Gubernur NTT Dorong Sinergi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah Terpencil

Avatar photo
×

Gubernur NTT Dorong Sinergi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

Dari target 800 titik SPPG di NTT, baru terealisasi 139 unit. Sementara itu, NTB sudah membangun sekitar 300 dari target 600–700 titik. Perbandingan ini, kata Gubernur, menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk mempercepat pencapaian di NTT.

Ia menegaskan dua hal penting untuk keberhasilan program, yakni regulasi dan ekosistem lokal. Dari sisi regulasi, ia mendorong agar penyelenggara lebih banyak menggunakan bahan pangan lokal.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Sementara dari sisi ekosistem, pemerintah daerah diminta mendukung produksi, distribusi, dan pengolahan pangan lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Dua Senyum Merekah | Melki Laka Lena dan SPK Satu Meja di Kantor Gubernur NTT

“Pemerintah daerah siap membantu membangun ekosistem ini. Kita ingin masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Dengan begitu dampak positif program bisa lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan pentingnya evaluasi berkala. “Kalau ada yang tidak memenuhi standar harus ditindak, bahkan ditutup. Tetapi bagi yang berhasil kita harus beri apresiasi,” tegasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kepala BGN, Florensio Mario, menyampaikan bahwa sinkronisasi data menjadi kunci utama.

“Targetnya, titik SPPG sudah terdata pada Oktober dan mulai dibangun November, sehingga awal tahun depan program bisa dijalankan penuh,” jelasnya.