Menurut Kasmirus, masih terdapat anggota yang belum berpartisipasi secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan keterlibatan anggota menjadi agenda penting.

“Kami ingin membangun koperasi yang tumbuh dari partisipasi aktif anggotanya. Semakin aktif anggota, semakin kuat koperasi,” ujarnya.
Lebih jauh, Swasti Sari juga menetapkan target jangka panjang bagi anggota yang telah bergabung selama 10 hingga 15 tahun, yakni memiliki kekayaan bersih minimal Rp1 miliar.
“Ini menjadi ukuran keberhasilan kami dalam mendampingi anggota meningkatkan kesejahteraan hidup mereka,” jelasnya.
Mengurangi Anggota Pasif Secara Bertahap
Upaya lain yang menjadi perhatian adalah menekan jumlah anggota pasif atau dorman. Dalam lima tahun ke depan, Swasti Sari menargetkan tingkat anggota dorman berada di bawah 50 persen.
“Kami berharap anggota tidak hanya menabung, tetapi juga memanfaatkan layanan koperasi, terutama pinjaman produktif, untuk mendukung usaha dan kebutuhan keluarga,” ungkap Kasmirus.
Generasi Z, Harapan dan Masa Depan Swasti Sari
Kasmirus menyebut Generasi Z sebagai basis pasar produktif yang sangat penting bagi masa depan koperasi.










