“Produk-produk yang dihasilkan melalui program OVOP, OCOP, ataupun OSOP kita pasarkan di NTT Mart. Ini menjadi wadah untuk menjual produk hilirisasi yang dikerjakan baik di desa, sekolah, maupun komunitas,” jelasnya.
Menurut Gubernur, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memproduksi bahan mentah, tetapi juga melakukan pengolahan dan pengemasan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Ke depan jangan lagi jual barang mentah. Harus diolah dan dikemas dengan baik supaya ada nilai tambahnya. Kita ubah polanya dari tanam, panen, olah, kemas, lalu jual,” tegasnya.
Ajak Jemaat dan ASN Dukung Gerakan Beli NTT
Gubernur Melki juga mengajak jemaat dan seluruh masyarakat untuk membeli produk lokal yang telah dipasarkan di NTT Mart sebagai wujud dukungan terhadap Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Beli NTT.
“Gerakan Beli NTT harus ada wujudnya. Produk UMKM kita harus dibeli masyarakat dan ASN supaya berkembang,” katanya.
Gereja Terlibat dalam Penguatan Ekonomi Jemaat
Ketua Majelis Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat, Pdt. John Faminey, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah dan jemaat dalam menghadirkan NTT Mart di lingkungannya.
Ia mengakui bahwa keterlibatan gereja dalam pengembangan ekonomi jemaat merupakan terobosan baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.












