
Ia menambahkan, penyaluran KUR tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian melalui penerapan konsep 5C, yakni Character (karakter), Capacity (kemampuan), Capital (modal), Collateral (jaminan), dan Condition (kondisi).
Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas kredit serta keberlanjutan koperasi Swasti Sari sebagai lembaga penyalur.
Menurut Ambros, total dana yang disiapkan untuk program KUR Kopdit Swasti Sari berada di kisaran Rp80 miliar hingga Rp85 miliar.
Dengan alokasi dana tersebut, koperasi Swasti Sari optimistis dapat menjangkau lebih banyak anggota dan mendorong pertumbuhan usaha secara merata.
Melalui peluncuran KUR yang hanya berlaku di bulan Februari ini, Kopdit Swasti Sari mengajak seluruh anggota untuk bersiap, melengkapi persyaratan, dan segera mengajukan pinjaman.
Diharapkan, program ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-38, tetapi juga menjadi penggerak nyata penguatan ekonomi anggota di tahun 2026.












