
“Kami ingin agar koperasi bukan hanya tempat simpan-pinjam, tapi menjadi mitra utama dalam pengendalian harga dan pembiayaan petani,” tegas Kasmirus.
Ia menjelaskan peran Kopdit Swasti Sari sebagai lembaga intermediasi keuangan yang menghubungkan anggota penyimpan dan anggota peminjam, serta sebagai fasilitator pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Empat peran strategis koperasi yang dijelaskan antara lain:
1. Memberikan Akses Keuangan bagi anggota, khususnya UMKM dan rumah tangga berpenghasilan rendah.
2. Meningkatkan Inklusi Keuangan, dengan layanan yang mudah dan sesuai kebutuhan lokal.
3. Mengembangkan Usaha Anggota, lewat pembiayaan, pelatihan, dan promosi produk.
4. Membangun Ekosistem Komunitas, agar anggota terhubung dalam satu mata rantai usaha yang saling menguntungkan.
Lebih jauh, Kasmirus menyebut bahwa tahun depan Kopdit Swasti Sari akan menghadirkan pihak-pihak dari kalangan pengusaha, seperti APINDO dan HIPMI, untuk menjajaki kerja sama pembelian langsung hasil panen di lokasi.
Kisah Inspiratif: Sofia dan Jalan Perubahan Lewat Koperasi
Kegiatan ini juga menjadi panggung inspirasi melalui kisah Ibu Sofia Thomas, anggota aktif Kopdit Swasti Sari selama 11 tahun.








