Salah satu petani sekaligus anggota aktif Kopdit Swasti Sari, Sofia Thomas S.A Tomsui, menyampaikan antusiasmenya terhadap inovasi ini.
“Saya sangat senang dengan ide mengolah bawang menjadi produk siap pakai. Selama ini kami terkendala pasar. Dengan inovasi ini, semoga produk kami bisa sampai ke supermarket bahkan keluar NTT,” ungkap Sofia.
TP PKK NTT Dorong Petani Naik Kelas
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi NTT, dr. Yosi, mewakili Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Asti Laka Lena.
Dalam sambutannya, dr. Yosi menegaskan pentingnya peran ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

“Petani tidak bisa hanya bergantung pada harga pasar yang fluktuatif. Kita dorong agar ibu-ibu bisa menjadi pelaku usaha dalam pengolahan dan pengemasan hasil panen. Nilai jualnya lebih tinggi, dan daya tahan ekonomi keluarga juga meningkat,” ujar dr. Yosi.
TP PKK NTT, lanjutnya, siap memfasilitasi pelatihan, pendampingan, serta akses ke pasar dan jaringan distribusi untuk mendukung keberhasilan produk olahan lokal.
Kopdit Swasti Sari: Koperasi Bukan Hanya Simpan-Pinjam
Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, dalam kesempatan itu menyampaikan kesiapan koperasi untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi petani, khususnya dalam hal akses keuangan dan pembiayaan usaha.








