Hal senada disampaikan Srisuryati.
Setelah bertahun-tahun menjadi anggota, ia berharap hubungan antara anggota dan lembaga koperasi terus berjalan baik.
Baginya, koperasi akan semakin berarti apabila manfaatnya dapat dirasakan bukan hanya ketika anggota membutuhkan pinjaman, tetapi juga dalam berbagai kebutuhan kehidupan sehari-hari.
“Yang penting kita pinjam, kita rutin bayar, semuanya berjalan lancar,” katanya.

Bazar murah tersebut akhirnya bukan sekadar tempat membeli sembako. Di balik beras, minyak goreng, telur, bawang merah dan minyak tanah yang dibawa pulang, ada cerita sederhana tentang bagaimana sebuah koperasi berusaha mendekatkan diri dengan anggotanya.
Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, selisih beberapa ribu rupiah mungkin terlihat kecil. Namun bagi keluarga yang setiap hari harus mengatur belanja rumah tangga, harga yang lebih ringan tetap memiliki arti.
Dan dari situlah harapan anggota muncul: agar kegiatan yang membantu seperti ini tidak berhenti hari ini, tetapi terus hadir pada hari-hari berikutnya.










