Ketiga, meminta struktur manajemen dipulihkan seperti sebelum munculnya dualisme kepemimpinan. Keempat, menolak segala bentuk intervensi, tekanan, dan intimidasi terhadap karyawan.
Karyawan menghendaki Imelda Anin kembali menjalankan tugas sebagai General Manager, sedangkan Kasmirus Kopong sebagai Wakil General Manager.
Tuntutan tersebut merupakan sikap yang disampaikan pihak karyawan di tengah konflik kepengurusan yang belum tuntas.
Operasional dan Kepercayaan Anggota Terdampak
Dalam dokumen pernyataan sikap, sejumlah karyawan menyebut dualisme kepemimpinan telah menyulitkan pelaksanaan tugas di lapangan.
Karyawan berinisial YFN, misalnya, menyatakan kondisi tersebut merugikan jajaran manajemen yang bertanggung jawab atas operasional, pelayanan keuangan, dan pemenuhan hak-hak anggota.
Menurut pernyataan itu, konflik internal tidak hanya menghambat pekerjaan karyawan, tetapi juga berpotensi mengurangi kepercayaan anggota terhadap koperasi.
Karyawan turut menyoroti dugaan keterlibatan pihak ketiga, termasuk perbankan, yang menurut mereka berdampak pada pemblokiran dana dan menghambat operasional simpan pinjam.
Mereka meminta agar pengamanan kantor dilakukan oleh petugas satuan pengamanan yang berstatus sebagai karyawan resmi koperasi, bukan pihak luar.
Pelayanan Anggota Jadi Prioritas
Kasmirus menegaskan, tuntutan karyawan terutama bertujuan memastikan anggota tetap memperoleh pelayanan di tengah konflik kepemimpinan.












