
Koordinasi dengan pihak eksternal pun diuji untuk memastikan respons berjalan efektif dan terstruktur.
Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra, menjelaskan bahwa simulasi ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan langkah konkret membangun refleks keselamatan.
“Wilayah Flores berada di kawasan aktif tektonik. Kita tidak pernah tahu kapan gempa terjadi. Karena itu, setiap insan PLN harus memiliki kesiapan mental dan teknis. Simulasi ini melatih respons cepat dan tepat agar risiko dapat diminimalkan,” ujar Eki.
Ia menegaskan bahwa dalam operasional kelistrikan, aspek keselamatan tidak bisa ditawar.
PLN tidak hanya bertugas menjaga keandalan listrik bagi masyarakat, tetapi juga memastikan seluruh pekerja pulang ke rumah dalam keadaan selamat.
Kegiatan ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat sebagai mitra teknis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Manggarai Barat, Robertus Gardi, menilai latihan berkala menjadi kunci utama mengurangi potensi kepanikan saat bencana terjadi.












