Menurutnya, apabila kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang untuk menggalang donasi dan solidaritas bagi korban gempa, maka masih dapat dipertimbangkan.
“Kecuali pameran itu diarahkan untuk menggalang dukungan solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.
Namun, Yunus mengingatkan penggalangan solidaritas tidak harus dilakukan melalui kegiatan yang justru bertentangan dengan suasana duka masyarakat terdampak bencana.
“Untuk menggalang solidaritas kemanusiaan kan tidak harus dengan kegiatan-kegiatan yang sepertinya juga bertentangan dengan situasi yang sedang dihadapi di beberapa kabupaten,” katanya.
Fokus pada Korban Gempa
Yunus menegaskan, prioritas saat ini harus diarahkan pada masyarakat terdampak gempa, mulai dari kebutuhan makanan, minuman, air mineral, obat-obatan hingga kebutuhan kesehatan lainnya.
PDI Perjuangan NTT sendiri telah menginstruksikan jajaran DPC di wilayah terdampak untuk turun langsung, membuka posko bantuan dan dapur umum.
Tim DPD juga dijadwalkan turun ke lokasi terdampak, besok Minggu (16/08/2026). DPP PDI Perjuangan menugaskan Tri Rismaharini untuk melihat langsung kondisi bencana di Flores.
Menurut Yunus, situasi darurat membutuhkan gerakan bersama, bukan seremoni.
“Yang lebih penting sekarang adalah turun dan langsung membantu di lapangan dan membangun gerakan bersama untuk mengatasi persoalan darurat,” tegasnya.










