
Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi membangun kembali semangat persaudaraan dan kebersamaan umat setelah beberapa tahun tidak menggelar kegiatan serupa.
“Kami sudah cukup lama absen dari kegiatan pertandingan seperti ini. Karena itu momen ini kami gunakan untuk kembali membangkitkan semangat kebersamaan umat”.
“Apalagi ke depan kami memiliki agenda besar, yakni pembangunan gereja definitif yang direncanakan dimulai dengan peletakan batu pertama pada Oktober mendatang,” katanya.
Hery menegaskan seluruh peserta yang mengikuti perlombaan dan pertandingan berasal dari lingkungan dan KUB masing-masing. Hal ini dilakukan agar kegiatan benar-benar menjadi ruang kebersamaan bagi umat setempat.
Ia juga berharap momentum perayaan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterlibatan orang muda dalam kehidupan menggereja.
“Saat ini orang muda menjadi masa depan gereja. Melalui kegiatan ini kami ingin mereka semakin aktif dan bersemangat untuk terlibat dalam pelayanan dan kehidupan iman,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Oesapa, Kia-Kia, yang turut ambil bagian dalam pertandingan ekshibisi, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar umat Kuasi Santo Petrus dan Paulus Oesapa.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dampak positif karena mampu mempererat persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat.
“Ini hal yang sangat positif karena tujuannya menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan”.
“Walaupun kegiatan ini berlangsung di lingkungan gereja, nilai-nilai yang dibangun sangat baik bagi kehidupan bermasyarakat. Kalau bisa kegiatan seperti ini juga dilakukan di tempat-tempat lain,” katanya.












