Scroll untuk baca artikel
Daerah

Meriah dan Penuh Kebersamaan, Umat Kuasi Santo Petrus dan Paulus Oesapa Gelar Beragam Lomba Sambut HUT Pelindung dan HUT Gereja ke-31

Avatar photo
×

Meriah dan Penuh Kebersamaan, Umat Kuasi Santo Petrus dan Paulus Oesapa Gelar Beragam Lomba Sambut HUT Pelindung dan HUT Gereja ke-31

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Hery Mones | Ketua Panitia

Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi membangun kembali semangat persaudaraan dan kebersamaan umat setelah beberapa tahun tidak menggelar kegiatan serupa.

“Kami sudah cukup lama absen dari kegiatan pertandingan seperti ini. Karena itu momen ini kami gunakan untuk kembali membangkitkan semangat kebersamaan umat”.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

“Apalagi ke depan kami memiliki agenda besar, yakni pembangunan gereja definitif yang direncanakan dimulai dengan peletakan batu pertama pada Oktober mendatang,” katanya.

Hery menegaskan seluruh peserta yang mengikuti perlombaan dan pertandingan berasal dari lingkungan dan KUB masing-masing. Hal ini dilakukan agar kegiatan benar-benar menjadi ruang kebersamaan bagi umat setempat.

Baca Juga :  An Kolin: Kasus Dugaan Korupsi MBG di Pusat Harus Jadi Alarm Pengawasan Pengelolaan Dapur di Daerah

Ia juga berharap momentum perayaan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterlibatan orang muda dalam kehidupan menggereja.

“Saat ini orang muda menjadi masa depan gereja. Melalui kegiatan ini kami ingin mereka semakin aktif dan bersemangat untuk terlibat dalam pelayanan dan kehidupan iman,” ujarnya.

Umat Terlibat aktif dalam kegiatan

Sementara itu, Lurah Oesapa, Kia-Kia, yang turut ambil bagian dalam pertandingan ekshibisi, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar umat Kuasi Santo Petrus dan Paulus Oesapa.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dampak positif karena mampu mempererat persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Sapi Kurban Asal NTT Diburu Warga, HP2SK Catat Penjualan Meningkat

“Ini hal yang sangat positif karena tujuannya menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan”.
“Walaupun kegiatan ini berlangsung di lingkungan gereja, nilai-nilai yang dibangun sangat baik bagi kehidupan bermasyarakat. Kalau bisa kegiatan seperti ini juga dilakukan di tempat-tempat lain,” katanya.