Menyikapi hal itu, pihak SPPG bersama sekolah-sekolah setempat sepakat melakukan penyesuaian pola distribusi.
“Distribusi kami lakukan sampai jalan utama saja, selanjutnya pengantaran ke sekolah dan posyandu dibantu menggunakan sepeda motor agar lebih aman dan tepat waktu,” ujar PIC SPPG Knaha Moris, Agustinus Yoseph Luan Ati.
Dapur Knaha Moris yang berlokasi di Kampung Lalosuk, Desa Balaran, merupakan salah satu SPPG di Kabupaten Belu yang melayani 3.450 penerima manfaat.Mereka terdiri dari anak PAUD dan TK sebanyak 485 orang, siswa SD 2.079 orang, SMP 519 orang, SMA 192 orang, penerima posyandu 175 orang, serta 22 ibu hamil.
SPPG Knaha Moris terbentuk melalui kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Yayasan Wadah Titian Harapan.
Di balik aktivitas harian yang padat, tersimpan komitmen kuat untuk memastikan anak-anak dan kelompok rentan tetap mendapatkan asupan gizi yang layak.
Antusiasme anak-anak penerima manfaat menjadi sumber energi tersendiri bagi tim di lapangan. Bagi mereka, senyum dan semangat anak-anak adalah amanah yang harus dijaga.
“Antusiasme anak-anak ini adalah kepercayaan yang harus kami jaga. Kami sudah bertekad untuk melakukan yang terbaik demi mereka,” ungkap Asisten Lapangan Delfridus Alexander, yang diamini oleh driver Diliyadi.












