Sebagai Anggota Badan Anggaran DPRD NTT, ia menyampaikan usulan peningkatan ruas ini dalam Rapat Badan Anggaran pada Sidang Perubahan APBD 2025.
Kristo menyatakan bahwa perjuangannya berangkat dari pengalaman pribadi sebagai putra asli Riung.

“Sebagai Anak Riung saya mengetahui kondisi jalan ini. Sebelum jadi anggota dewan, saya sudah menerima keluh kesah masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini menjadi ironi karena Riung merupakan salah satu ikon pariwisata NTT.
“Miris memang, Riung ikon pariwisata NTT, tetapi jalannya memprihatinkan. Ini alasan saya serius memperjuangkannya,” ujar Kristo.
Anggaran Perubahan APBD 2025
Upaya Kristo membuahkan hasil setelah Pemerintah Provinsi NTT setuju mengalokasikan anggaran penanganan ruas Mboras–Riung melalui Perubahan APBD Tahun 2025.
Anggaran ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebuah keputusan yang menurut Kristo menunjukkan komitmen kuat pemerintah meskipun kondisi fiskal sedang terbatas.
“Di tengah keterbatasan fiskal, komitmen Gubernur NTT patut diapresiasi. Beliau tetap mengalokasikan anggaran dari PAD untuk memenuhi aspirasi rakyat,” ungkapnya.
Segmen Ndekundenu Ditangani Lebih Dulu
Selain Mboras–Riung, aspirasi Kristo terkait ruas Poma–Riung juga telah dipenuhi pemerintah provinsi melalui APBD Induk 2025, terutama pada segmen Ndekundenu yang sebelumnya rusak berat.












