Ia menjelaskan, penggunaan perangkat digital dalam aktivitas pemerintahan saat ini sudah menjadi hal yang lazim, termasuk untuk mencatat, melakukan koordinasi cepat dan menindaklanjuti berbagai persoalan secara langsung di lapangan.
“Secara teknis operasional, setiap orang punya cara sendiri dalam bekerja, khususnya dalam catat-mencatat, apalagi situasinya berlangsung di lapangan,” ujarnya.
Lery juga menegaskan bahwa Gubernur Melki selama ini dikenal responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat dan terbiasa menggunakan perangkat digital untuk mendukung pekerjaannya sebagai kepala daerah.
“Gubernur Melki memang terbiasa menggunakan HP untuk mencatat dan merespons secara cepat berbagai hal. Ini sama sekali jauh dari interpretasi tidak fokus ataupun penilaian negatif lainnya,” katanya.
Meski demikian, ia memahami munculnya beragam persepsi di tengah masyarakat akibat beredarnya video singkat tersebut.
Menurutnya, di era media sosial saat ini, potongan gambar atau video sering kali menimbulkan salah tafsir jika tidak dilihat secara utuh sesuai konteks kejadian sebenarnya.
“Tetapi satu hal kontekstual yang perlu saya sampaikan bahwa Gubernur Melki itu selalu respek terhadap lingkungannya, respek terhadap masyarakat dan respek terhadap sistem,” tambahnya.












