KUPANG | BuletinNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong seluruh desa, komunitas, dan sekolah di NTT untuk menghasilkan produk unggulan bagian dari hilirisasi ekonomi masyarakat melalui program One Village One Product (OVOP).
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program OVOP Tahun 2025 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi NTT di Aula Sasando International Hotel, Kupang, Kamis (27/11/2025).
Gubernur Melki menegaskan bahwa OVOP merupakan program strategis yang sejak awal diinisiasi oleh pasangan Melki–Johni sebagai upaya mendorong setiap desa memaksimalkan potensi lokal.
Menurutnya, seluruh desa, kelurahan, komunitas hingga sekolah di NTT memiliki potensi besar yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Semua desa, kelurahan, komunitas, dan sekolah-sekolah punya potensi.” ujar Melki.
Ia menekankan pentingnya mengubah pola penjualan produk masyarakat dari menjual bahan mentah menjadi produk olahan yang dikemas.
“Jangan lagi hanya jual mentahannya. Kita ubah polanya dari tanam, panen, olah, kemas, dan jual supaya ada nilai tambahnya,” tegasnya.
NTT Mart Siap Tampung Produk Lokal
Terkait pemasaran, Gubernur Melki menyatakan bahwa NTT Mart siap menjadi etalase utama untuk memasarkan produk-produk hasil OVOP, OSOP maupun OCOP.












