Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan literasi dan numerasi di NTT.
Menurutnya, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk berpikir kritis dan mengolah informasi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak bersama-sama mencari solusi agar kemampuan baca tulis anak-anak dapat dituntaskan sejak sekolah dasar.
Gubernur mengajak Pokja Bunda Literasi membangun gerakan literasi berkelanjutan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan budaya membaca sejak dini melalui lingkungan keluarga dan sekolah.
Sinergi dengan PKK, Posyandu, Bunda PAUD, dan Dekranasda dinilai penting agar gerakan literasi menjangkau lebih banyak masyarakat.
Bunda Asti Tekankan Kolaborasi dan Tata Kelola
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mengatakan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, kelima lembaga memiliki fungsi dan karakteristik program berbeda, tetapi harus saling melengkapi.












