Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi produk. Menurutnya, jika kopi dijual dalam bentuk kemasan dan bermerek, nilainya bisa meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan kopi mentah.
Badan POM: NTT Bisa Jadi Contoh Nasional
Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa pemberian izin edar ini merupakan langkah konkret mendukung program OVOP dan menjadikan NTT sebagai percontohan nasional dalam pengembangan UMKM.
“Jika standar nasional telah terpenuhi, maka produk lokal bisa menembus pasar nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa NTT sangat potensial untuk dijadikan model sinergi antara UMKM, perbankan, dan lembaga pengawasan seperti Badan POM, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi dari akar rumput.
UMKM NTT Makin Percaya Diri
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, jajaran pejabat Badan POM, ASN Pemkab Manggarai Barat, serta para pelaku UMKM penerima izin. Di akhir kegiatan, Gubernur Melki bersama Kepala Badan POM dan pejabat daerah meninjau stan-stan UMKM dan turut membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan.
“Meski baru 45 UMKM hari ini, dampaknya besar. Ini menumbuhkan kepercayaan diri pelaku usaha lokal bahwa kita bisa bersaing jika didampingi serius,” Tutup Gubernur NTT.












