Sekitar 50 persen dana hibah digunakan untuk penyediaan alat bantu laboratorium mini dan aset produktif bagi kelompok ternak binaan di Sikumana.
“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti setelah pelatihan. Kami berharap ada keberlanjutan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegas drh. Yustinus.
Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Kelompok Inisiatif dan Swadaya Pembangunan Masyarakat (KISPAM) sebagai mitra pelaksana lokal.
Harapan untuk Peternak Babi NTT
Para peternak menilai kegiatan PKM Undana membawa pengetahuan baru yang relevan dan langsung bisa diterapkan di lapangan. Mereka berharap Undana terus mendampingi mereka agar hasil ternak meningkat dan usaha lebih terarah.
“Kami senang bisa belajar langsung dari dosen. Biasanya kami hanya ikut cerita dari orang lain, tapi sekarang bisa lihat dan praktik sendiri,” ujar Merciana sambil tersenyum.
Program pengabdian ini menjadi contoh nyata peran Undana dalam memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan pendekatan ilmiah, pelatihan praktis, dan pembinaan keuangan sederhana, Undana membantu peternak babi lokal beralih dari cara tradisional menuju usaha ternak yang lebih modern dan berkelanjutan.












