Kepala Bapperida NTT Theresia Maria Florentina mengatakan pemetaan awal mencatat 52 mitra pembangunan aktif di NTT.
Mitra tersebut terdiri dari 23 NGO atau LSM lokal, 12 International Non-Governmental Organization (INGO), serta lembaga bilateral, multilateral, dan filantropi.
Para mitra mengelola 115 entri program dan 363 kegiatan yang mencakup 26 urusan pemerintahan.
Kegiatan tersebut tersebar di seluruh 22 kabupaten/kota di NTT.
Dari jumlah tersebut, 170 kegiatan dijalankan NGO atau LSM lokal, sedangkan 89 kegiatan dikelola INGO.
Sektor kesehatan dan gizi menjadi bidang dengan kegiatan terbanyak, mencapai 80 kegiatan atau sekitar 22 persen.
Program tersebut mencakup penanganan stunting, imunisasi, sanitasi, STBM, kesehatan ibu, dan kesehatan anak.
Secara keseluruhan, 33 dari 52 mitra pembangunan terkonsentrasi pada urusan wajib pelayanan dasar.
Pemerintah Provinsi NTT mengarahkan forum tersebut sebagai implementasi Dasa Cita ke-10, “Ayo Bangun NTT, Kolaborasi Bersama.”
Theresia menjelaskan forum tersebut menghubungkan kebutuhan prioritas daerah dengan dukungan teknis, pembiayaan, teknologi, inovasi, dan riset.
“Forum ini mengintegrasikan kebutuhan prioritas daerah dengan dukungan teknis, pembiayaan, teknologi, inovasi, dan riset dari mitra,” jelasnya.










